Rangkuman Materi Seni Budaya Kelas VII Semester I (Bab I - VI) Revisi Terbaru

Seni Budaya | Pada kesempatan kali ini admin akan membagikan rangkuman materi seni budaya (SBK) kelas VII semester 1 dari bab 1 sampai dengan bab 6 revisi terbaru. Semoga apa yang admin bagikan kali ini dapat membantu anak didik dalam  mencari referensi tentang rangkuman materi seni budaya (SBK) kelas VII semester 1 dari bab 1 sampai dengan bab 6.

Rangkuman Materi Seni Budaya Kelas VII Semester I (Bab I - VI) Revisi Terbaru

Gambar: freepik.com

Kiranya apa yang admin bagikan kali ini dapat memberikan wawasan baru kepada peserta didik dalam memahami materi yang diberikan sebelumnya yaitu menggambar flora, fauna, dan benda alam, menggambar ragam hias, membuat ragam hias pada bahan buatan, membuat ragam hias pada bahan alam, teknik vokal dan bernyanyi unisono, dan teknik bernyanyi dalam grup vokal.

Berikut ini adalah beberapa simpulan atau rangkuman materi seni budaya kelas tujuh semester 1 dari bab 1 sampai dengan bab 6 adalah sebagai berikut.

Bab 1 Menggambar Flora, Fauna, dan Alam Benda


Menggambar flora, fauna, benda alam merupakan perwujudan suatu gagasan berdasarkan objek benda alam di atas bidang dengan media dan prinsip tertentu. Dengan kata lain, menggambar flora, fauna, dan benda alam sama halnya menggambar bentuk.

Bentuk benda geometris antara lain kubus, silinder, kerucut, piramida, dan bola. Bentuk-bentuk tersebut menjadi bentuk dasar benda. Dalam karya seni rupa, bentuk dapat dikelompokkan menjadi tiga, yaitu bentuk silindris, bentuk kubistis, dan bentuk bebas. Media adalah bahan, alat, dan teknik yang digunakan untuk menggambar.

Teknik yang digunakan untuk menggambar bentuk antara lain teknik arsir, dusel, pointilis, akuarel, dan plakat. Unsur gambar mencakup tiga titik, garis, bidang, bentuk, warna, tekstur, dan gelap-terang. Kaidah-kaidah yang mencakup pedoman dalam menggambar bentuk terdiri atas empat prinsip, yaitu perspektif, komposisi, proporsi, dan pencahayaan.

Langkah-langkah menggambar bentuk, yaitu pengamatan, pembuatan sketsa, pencahayaan (gelap-terang), pewarnaan, dan penyelesaian akhir.

Bab 2 Menggambar Ragam Hias


Motif hias merupakan pokok pikiran dan bentuk dasar dalam perwujudan ragam hias, yang meliputi segala bentuk alam ciptaan Tuhan, seperti manusia, hewan, tumbuhan, dan benda alam lainnya. Pola hias merupakan unsur dasar yang dapat digunakan sebagai pedoman dalam merancang suatu hiasan.

Ragam hias adalah susunan pola hias yang menggunakan motif hias dengan kaidah-kaidah tertentu pada suatu bidang atau ruang sehingga menghasilkan gambar atau bentuk yang indah dan bermakna. Ragam hias dapat dikelompokkan menjadi lima jenis, yaitu ragam hias geometris, ragam hias manusia, ragam hias hewan, ragam hias tumbuhan, dan ragam hias benda alam.

Ragam hias geometris mencakup pilin, meander, tumpal, kawung, dan swastika. Ragam hias benda alam mencakup air, api, batu, gunung, awan, dan matahari. Media merupakan bahan, alat, dan teknik yang digunakan dalam mengerjakan suatu produk. Bahan adalah material yang digunakan untuk membuat suatu produk, sedangkan alat merupakan perkakas yang digunakan untuk membuat suatu produk.

Alat yang dapat digunakan untuk menggambar ragam hias, antara lain mistar, jangka, kuas, dan palet. Teknik adalah cara yang digunakan dalam membuat suatu produk. Menggambar ragam hias dapat dilakukan dengan dua teknik, yaitu teknik mistar dan teknik manual. Teknik manual dapat dilakukan dengan beberapa teknik, antara lain teknik linier, teknik arsir, plakat, dan teknik akuarel.

Bab 3 Membuat Ragam Hias pada Bahan Buatan


Membuat ragam hias pada bahan buatan adalah suatu aktivitas berkreasi dalam wujud gambar hiasan yang diterapkan pada bahan buatan. Pembuatan ragam hias pada bahan buatan adalah penggunaan berbagai bahan buatan seperti tekstil, logam, kaca, tripleks, keramik, dan plastik sebagai objek yang digambari ragam hias.

Bahan untuk penerapan ragam hias dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu bahan buatan dan bahan alam. Bahan buatan adalah bahan yang dibuat oleh manusia, baik secara manual maupun secara masinal. Bahan untuk pewarna ragam hias dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu bahan buatan dan bahan alam.

Selain pewarna tersebut, dapat menggunakan pewarna sablon apabila menggunakan teknik sablon. Menerapkan ragam hias pada bahan buatan dapat dilakukan dengan enam cara, yaitu teknik batik, teknik tenun, teknik sulam, teknik bordir, teknik cetak, dan teknik gambar atau lukis.

Bab 4 Membuat Ragam Hias pada Bahan Alam


Menerapkan ragam hias pada bahan alam adalah suatu aktivitas berkreasi dalam wujud gambar hiasan yang diterapkan pada bahan alam, seperti kayu, bambu, dan batu sebagai objek yang digambari ragam hias.

Bahan kayu yang digunakan diperoleh dari tumbuhan yang memiliki batang keras, seperti kayu jati, sonokeling, dan mahoni. Bahan bambu yang digunakan diperoleh dari pohon bambu betung, bambu wulung, dan bambu ori. Bahan batu diperoleh dari batu marmer, seperti batu granit, batu andesit, dan batu padas.

Bahan untuk pewarna ragam hias dari bahan kayu dan bambu dapat menggunakan cat minyak, cat akrilik, atau politur, sedangkan bahan untuk pewarna ragam hias dari bahan batu tidak menggunakan pewarna. 

Alat yang digunakan untuk menerapkan ragam hias pada bahan alam, seperti kayu, bambu, dan batu adalah pahat, palu, dan gergaji. Pahat untuk bahan kayu dan bambu terdiri dari 20 jenis pahat penguku (pahat kuku) dari ukuran paling kecil hingga besar 10 jenis pahat penyilat (pahat lurus) dimulai dari ukuran paling kecil hingga paling besar, ditambahkan beberapa pahat kol (1/2 bulatan) dan pahat pengot (pahat miring).

Menerapkan ragam hias pada bahan alam, seperti kayu, bambu, dan batu dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu teknik gambar/lukis dan teknik ukir/pahat.

Bab 5 Teknik Vokal dan Bernyanyi Unisono


Seni musik adalah seni tentang keindahan bunyi. Keindahan bunyi terbentuk oleh kombinasi ritmik dari nada-nada, baik vokal maupun instrumental yang meliputi melodi dan harmoni sebagai ekspresi dari segala rasa indah manusia yang ingin diungkapkan, terutama aspek emosional.

Agar dapat bernyanyi dengan indah dan merdu, kita harus menguasai teknik vokal. Teknik vokal yang baik didapat dengan melatih organ-organ tubuh penghasil dan pengatur suara, yang meliputi aliran udara, diafragma, paru-paru, pita suara, dan alat-alat artikulasi seperti lidah, langit-langit, gigi, dan bibir.

Selain menjaga organ-organ vokal, bernyanyi yang baik harus menguasai ketepatan nada. Menurunkan atau menaikkan nada lagu hanya dapat dilakukan bila kalian menguasai tangga nada. Ada dua tangga nada yang dikenal, yaitu tangga nada diatonis dan tangga nada pentatonis.

Tangga nada diatonis lazim digunakan dalam musik modern. Tangga nada pentatonis digunakan dalam musik tradisional, seperti gamelan. Ada dua macam notasi musik, yakni notasi angka (solmisasi) dan notasi balok.

Bab 6 Teknik Bernyanyi dalam Grup Vokal


Bernyanyi dapat dilakukan dengan banyak suara. Bernyanyi dengan banyak suara ada beberapa macamnya, yaitu akapela, kanon, vokal grup, dan paduan suara. Untuk bernyanyi dengan banyak suara, perlu memperhatikan penguasaan terhadap melodi dan harmoni. Harmoni adalah keselarasan nada secara vertikal atau disebut sebagai akor. Selain melodi dan harmoni, keindahan lagu yang dibawakan dengan banyak suara juga perlu dihiasi dengan permainan tempo dan dinamik.